Assalamualaikum
Apa kabar sahabat semua...,semoga sahabat semua dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan,rahmat dan berkat Allah SWT, Tuhan semesta alam.
Kepada sahabat yang bukan beragama Islam,saya ucapkan salam sejahtera dan salam jumpa.
Kembali saya disini ingin berbagi cerita,semoga dapat menjadi inspirasi buat kita semua.
Baiklah,tanpa membuang waktu,mari kita coba mencari pencerahan,sedikit tapi mungkin bermakna bagi kita.
Jiwa...begitu dia di sebut. Jiwa biasa di sebut juga bagian dari raga,yang di anggap satu kesatuan utuh yang tak bisa di pisahkan. Tanpa jiwa,raga itu mati. Tanpa jiwa,raga itu hilang makna. Itulah sebabnya,orang-orang atau mereka yang hilang 'jiwa'nya,menganggap diri mereka tidak lagi berarti dalam hidup. Mengapa harus jiwa?
Jiwa itu letaknya hasrat dan keinginan (nafsu),letaknya keyakinan dan semangat,serta letaknya bahagia dan kesedihan. Jiwa juga tempat bertanya,teman di segala suasana,paling bijak dan pengertian,paling dekat dan mungkin tak terpisahkan. Tapi...jiwa juga tempat berputus asa,tempat hilangnya kekuatan,tempat paling hina dan di benci....!!
Lalu,siapakah itu jiwa? Apa dan mengapa jiwa? Untuk apakah jiwa?
Sahabat,jiwa itu bukan siapa,tapi lebih dekat kepada kita sendiri. Lho? Jiwa adalah relung hati yang paling terluar,kalbu adalah relung hati yang terdalam. Jika kalbu lebih dekat kepada keimanan,maka jiwa lebih dekat dengan kehidupan. Jiwa itulah yang membangun semangat untuk berbuat sesuatu,menciptakan rasa,menghadirkan kepandaian dan kebijaksanaan. Jiwalah yang selalu menjadi lawan perdebatan dalam hidup. Jiwa tak lepas dari norma-norma kehidupan. Jiwalah yang menbentuk diri,mau du apakan diri ini,mau kemana arah diri,dan akan jadi apa diri ini. Jiwalah yang berbesar hati atau berat hati dalam mempertimbangkan sesuatu. Jiwalah kita,dan kitalah jiwa.
Sahabat,jiwa itu ada dan pasti ada. Jiwa terbentuk saat pertama kita mengenal rasa,kenapa? Karena rasa itu membentuk berbagai macam jiwa. Jika jiwa kita lemah,maka kita mudah putus asa. Tidak semangat dalam segala hal. Penyendiri dan tertutup. Jika jiwa diliputi amarah,benci,menunjukkan jiwa terrasuki rasa hawa nafsu jahat,sehingga jiwa itu mudah berontak,mudah hilang arah dan bisa tersesat dalam hidup. Jika jiwa itu di naungi kabut kasih sayang,maka akan lahirlah rasa cinta,kebahagiaan,ketenangan dan kesempurnaan.
Sahabat,jiwa itu memang harus di bentuk sejak kecil. Jiwa harus di bangun sejak dini. Butuh keberanian dan bimbingan dalam membentuk jiwa,sebab tanpa keberanian,jiwa sulit untuk dikalahkan,dan tanpa bimbingan,jiwa bisa tersesat. Jiwa yang di bentuk harus bisa menjadi jiwa yang besar,yang sanggup menghadapi dunia dengan segala sepak terjangnya. Keras dan penuh tantangan. Untuk itulah,dibutuhkan kerja keras dalam memahami jiwa itu sendiri. Dan butuh bimbingan yang baik yang akan membentuk jiwa yang baik juga. Lalu,bagaimanakah membentuk jiwa tersebut?
Kita lanjutkan nanti pada pertemuan berikutnya...
Wassalamualaikum wr.wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar