Selasa, 13 November 2018

Pagi ini....

Pagi ini....

Pagi ini mendung membubung. Udaranya basah sedingin salju. Merapatkan geraham dan mendekap peluk sendiri. Dingin mencekam meskipun hujan telah lewat semalam. Namun,tubuhku goyang terpuruk di gubuk penuh luka.
Pagi ini terasa kehilangan dan ketakutan melanda. Debar jantng dan getar hati melebur dalam kesendirianku. Mata menatap malas ke luar sana. Kaki terasa berat menapak. Tubuhku goyah dikalahkan keadaan. Meski semangatku masih tersisa. Sekujur tubuhku menggigil menanti kepulangan. Menatap keberanian.
Pagi ini mungkin adalah awal dan akhir. Berbisik di telingaku ayat-ayat melantun tak henti. Menerriakkan keagungan. Mengajakku sadar menuntun ke cahya kebahgiaan. Dan berjuta tatapan mata penuh harapan penuh kebimbangan. Begitu dalam. Begitu berat. Begitu menghunjam asa ku di sisi kesendirian.
Pagi ini aku terbujur kaku. Mendengar detik waktu berlari kencang. Melirik alam menatap kosong kehampaan. Dan aku mulai hilang teman. Kelam di lubuk sunyi. Hitam di benak berduri. Sesak menembus kalbu. Gerah dan haus menerpa rongga jiwa. Menepi sudah segala asa.
Pagi ini. Sebungkus putih pergi. Menatap takdir wahai insani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar