Selasa, 06 November 2018

Manusia dan keunikannya

Assalamualaikum,...
Apa kabar sahabat semua? Mudah-mudahan selalu sehat dan selalu dalam kebahagiaan yang berlipat ganda. Aamin.
Sahabat,kembali saya menemui sahabat dalam blog saya ini. Semoga tulisan-tulisan saya bisa menjadi inspirasi dan motivasi sahabat dan kita semua.
Sahabat...
Kita adalah sesuatu yang unik yang di ciptakan Allah SWT, Tuhan semesta alam. Keunikan tersebut terlihat dalam bentuk lahir dan bathin. Keunikan ini yang telah menyempurnakan bentuk kita,lahir maupun bathin. Sadar atau tanpa kita sadari,kita telah melewati batas dari berbagai bentuk ujian,baik itu ujian yang terlahir maupun yang tersirat. Ujian dalam bentuk tersurat adalah ujian dalam menjalani hidup. Keras,penuh pengorbanan,suka dan duka,demi untuk melanjuttkan hidup. Ujian dalam bathin juga telah dan sedang kita jalani. Bagaimana kita nencoba melawan dan menahan hawa nafsu,menawan rasa dan menuntunnya agar kita tenang,bahagia. Kedua ujian itu akan terus kita hadapi hingga ajal menjemput kita. Dan keduanya kita lewati karena keunikan pada diri kita.
Sahabat...
Manusia itu adalah makhluk yang unik dan komplek. Keunikan tersebut yang membedakan kita dari makhluk lain. Kita di berikan kelebihan dari makhluk lainnya. Kelebihan itu berupa akal dan rasa. Akal membuat kita berpikir dan bertindak dengan bimbingannya. Dengan akal kita bisa menyelesaikan berbagai macam persoalan yang kita sebut ujian tadi. Dengan pertimbangan dan kecerdikan akal,manusia seolah dapat melewatu batas kemanusiwiannya. Dengan akal,manusia menjadi makhluk sempurna tapi tidak sempurna. Karena masih ada satu hal yang menyempunakan bentuk dan wujud kemanusiaan itu. Utulah hati atau rasa. Hati itu berperan menimbang baik buruk sesuatu,dan memberikan jawaban perasaan yang impkisit. Dengan hati,tindakan ajal dapat dikontol,sebab di dalam hati tertanam rasa yang baik. Hati juga adalah teman di kala suka maupun duka. Hati juga yang menjadi tempatnya cahaya,cahaya keimanan. Hatilah rumah kebahagiaan itu.
Sahabat,...manusia begitu luar buasa. Manusia dapat mencipta bermacam-macam hal,yang bisa di luar penalaran kita. Lihatlah,gedung-gedung pencakar langit yang menjulang,kereta cepat yang berjalan dengan kecepan luar biasa. Kapal laut yang dapat membelah lautan dan menjelah dari ujung dunia ke ujung dunia lain. Dan bahkan,manusia merencanakan akan tiinggal si luar angkasa. Sungguh luar biasa kemampuan kecerdasan manusia. Kemampuan ini membuat manusia adalah sang penguasa.
Sahabat...kemampuan manusia tersebut sering membuat manusia jadi sombong dan angkuh. Kenikmatan yang ada tersebut membuat manusia egois dan mau menang sendiri. Bahkan memunculkan sifat ungin menguasai manusia lainnya. Tersebut di sini persaingan antar manusia,yang di kenal dengan 'perang'. Masing-masing ingin berkuasa dan berkuasa. Dan keunikan manusia ini yaitu akal telah menempatkan manuaia dalam jurang kehancuran sebuah kehidupan. Lalu,bagaimana dengan hati? Hati juga berperan dalam kehebatan manusia tersebut. Hati menjelma sebagai mesin pendirong yang kuat. Dengan pertimbangannya,hati memberikan pendapatnya tentang tindak tanduk perbuata manusia. Jika baik ucapan hati,maka baik juga perbuatan manusia,begitu sebaliknya,jika jahat kata hati,maka jahat pula tindakan manusia.  Akal itu berpikir dan bertindak,hati itu mendoring,memotivasi perbuatan manusia. Dan dua hal yang unik inilah yang membentuk kehidupan manusia. Dan keunikan itu hanya milik manusia.
Sahabat...akal dan pikiran,hati dan perasaan yang telah di berikan Tuhan ini adalah anugerah yang tak ternilai harganya. Kemampuan akal dalam berpikir dan mencipta ibarat alam semesta. Angan dan mimpi manusia tidak berbatas. Dan terus berkembang. Hati dan perasaan mencipta nafsu dan keingin yang juga tak pernah puas. Nafsu akan selalu meliputi hati. Angan dan mimpi yang di iringi nafsu,menjadikan manusia-manusia hebat tersebut. Dan keunikan manusia telah mencapai hal yang di luar daya akal itu sediri,an seolah menipu manusia itu sendiri. Keinginan manusia yang melewati batas kemanusiaan juga tekah membutakan mata hati. Dan akhirnya manusia menjadi makhluk unik yang merusak. Merusak kelangsungan hidup mereka. Sadar atau tanpa di sadari,manusia telah jatuh dalam kehancuran diri mereka sendiri. Akhirnya,manusia telah hilang,yang ada hanyalah akal dan nafsu.
Sahabat...kehidupan ini hanyalah sementara dan jembatan dakam menuju kehidupan akhir. Kehidupan yang kita jalani,yang kita lalui dengan keunikan kita,telah membawa kita hilang kendali. Banyak di antara kita telah berubah menjadi wujud makhluk lain yang tidak unik. Dan manusia hilang derajatnya.
Sahabat...apakah kita ingin seperti itu? Tentu tidak. Kita ini harus bisa menjaga dua hal unik dalam diri kita tersebut ke arah yang lebih baik. Menjaga akal dan hati agar kedua seimbang dan selaras,yang bisa berbuat baik,naik dalam mencipta dan berkehendak,agar tudak melampaui batas. Dan kita harus dadar bahwa kedua keunikan yang kita puna bisa saja hilang diambil oleh Tuhan,dan jadilah kita seperti makhluk tanpa makhluk.
Sahabat....semoga,kita menjadi makhluk yang unik,tetapi keunikan itu tidak membuat kita salah dalam menjalani hidup. Semoga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar