01.37 - 02.48
01.37
Dini hari menyambut pagi.
Dan aku masih disini..
Di rebahan pembaringan
Mataku tak mau terpejam.
Di kekang kopi hangat malam ini
Kehangatannya masih membakar mata merahku
Menerpa paru-paru,jantung serta lambung lemahku
Membuat rasa kantukku mengalah menepi disisi ruang sepi
Menelantarkanku di tengah dingin malam menusuk tulang belulangku
Gersang...
Begitu sunyi...
Begitu hampa di kegelapan dan heningnya malam
Hanya suara liar penghuninya kadang terdengar
Serta gigitan nyamuk kecil memalingkan wajah senduku di pembatas ruang
Antara nyata dan mimpi
Terasa asing ku di lembah kegelapan
Berkelana dalam ruang dan waktu yang berputar kencang
Membolak balikkan arah dan tujuan
Dalam dilema syahdu diriku yang terbuang
Duhai...
Dimanakah rasa kedamaian...
Dimanakah asa akan mengakhiri cerita kebohongan
Dengan senyum kepalsuan
Dengan tawa kemunafika
Dengan sombong terukir bentuk kelaliman
Duhai
Hampirilah aku yang keseorangan
Meniti arah
Gelam tanpa tujuan
Duhai...
Menyepi daku dalam pembaringan dan harapan
Hasrat bertemu tapi tak kesampaian
Menuntut kematian yang tak kunjung datang
02.48
Pagi menyapaku dengan kemuliaan
Membawa dambaan menyeruak keinginan
Mataku telah terpejam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar