SEPERTI BIASA
Seperti biasa di pagi ini
Embun membekuan jalan darahku
Keheningan selimuti dukma hatiku
Suara alam iringi sang surys
Seperti biasa di pagi ini
Secangkir kopi hangat temani bathin bekuku
Sepotong roti mengganjal rass laparku
Seulas senyum bibir manis dara putihku
Seperti biasa di pagi ini
Hiruk pikuk mesin merongrong telingaku
Pekik maki mereka yang di kejar waktu
Sesak dadaku membaur dengan dunia
Seperti biasa di pagi ini
Tak ada yang berarti
Seperti biasa seperti biasa
Semua dalam garis hidupnya
Dan...
Seperti biasa....
Aku disini
Menjadi aktor dan penonton
Gejolak duniaku yang bergolak
Seperti baiasa di pagi ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar