Senin, 27 Mei 2019

Sesat

Sesat

Dan aku menangis dipelukan panasnya sang surya...
Menggerung meronta menggumpal memuncak meletukan hampa...
Ragaku kering kehausan dalam padang gersang tak bicara...
Air mataku terus mengalir meratapi kesendirian...
Menatap langit,mencoba merenggut sedikit kebahagiaan disisi kegelapan...
Bisu...
Hampa...
Tandus...
Menepi di kelam dunia kepiluan...

Dan aku terdiam...
Merenung sunyi mencari setitik sinar terang...
Mentari tak lagi menghiasi wajah langit...
Buram tertutup mega berarak ...
Hitam...
Pekat...
Air mataku telah habis tercurah...
Saat pengaduanku di singgasana kebencian...

Dan...
Aku tak bisa bergerak...
Raga dikekang rantai berlapis emas perak...
Melingkariku dengan senyum mengejek...
Berjuta mata melirik menerkam relung kalbu...
Aku dilempar dalam jurang kegelapan..
Menuai asa merajut hina...
Aku mati penuh dosa....

Dan bumiku menangis menyaksikan kepergiaan anak manusia
Yang dulu memuja keagunan dunia
Kini membusuk dalam derita...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar